[FREELANCE] One Lose Day (Part 1)

 

Judul fanfic : One lose day

Author : bluerose

Genre : Romance

Rating : PG-17 or more mature

Cast :   Lee Hyun Joon (Fiction)

Kris Wu

Xi Luhan

Disclaimers :

This story is mine. Kris Wu and Xi Luhan belongs to they real life.

Authors Note :

Hai readers setia exofanfiction Indonesia, aku sama sekali belum bisa move on dari EXO OT12 terutama si bang botak Kris, kuharap kalian suka dengan cerita yang aku tulis, let’s respect my fanfic with your comment, jika ada pertanyaan atau apa yang berhubungan dengan ffku kalian bisa mention di ig ku : @elsarosiana28, selain ig kayaknya aku gak pernah buka sosmed hehe 😀 dan sekali lagi seperti yang diharapkan author pada umumnya, aku hanya perlu komentar kaliam sebagai imbalan kalian udah baca cerita yang aku tulis, jangan jadi silent readers untuk blog ini karena aku gak tau ada berapa aja readers yang udah baca jika kalian tidak komen, dan jika pembacanya sedikit pasti aku juga sangsi buat ngelanjutin ffku.so, komen kalian adalah semangat buat aku untuk ngelanjutin FF ini. Anyway, Happy Reading !

Suasana Paris malam ini begitu berbeda dari biasanya, seluruh kota sibuk merayakan malam hari valentine, sebagai kota yang disebut sebagai kota ter-romantis di dunia, Paris pasti penuh dengan pasangan kekasih yang ingin menghabiskan malam hari valentine bersama-sama, walaupun tidak semuanya yang berada disudut kota Paris adalah sepasang kekasih tetapi nyatanya, malam ini tentu saja lebih terlihat seperti malam bagi mereka-mereka yang memiliki kekasih. Dan hal itu membuat Hyun Joon sedikit terbawa perasaan mengingat dirinya yang sekarang hanya berjalan-jalan sendirian menyusuri kota Paris yang sedang merayakan malam valentine yang bersalju ini, sebenarnya sama sekali tidak ada dalam rencananya untuk berjalan-jalan mengelilingi kota di malam valentine, hanya saja kebetulan hari ini ia mendapatkan libur setengah hari, jadi ia tak menyianyiakan kesempatan liburnya yang jarang ia dapatkan ini untuk berjalan-jalan melihat indahnya kota Paris di malam valentine dan musim dingin yang sudah akan berakhir ini, salju mulai turun secara perlahan, tidak sperti di bulan desember hingga januari. dan udara juga tidak terlalu dingin untuk menghalanginya keluar di malam hari.

Hyun Joon memilih menyusuri paris dengan berjalan kaki dan naik bis daripada naik mobil kantor yang tiap hari dibawanya, karena menurutnya suasana Paris malam ini terlalu indah untuk dinikmati dengan naik mobil, ia memilih sungai Seine sebagai tempat yang dikunjunginya untuk menghilangkan kepenatannya selama bekerja disini, sungai yang sangat terkenal di Paris dan yang membuat Paris begitu diminati karena wisata kapal Pesiar-nya ini ternyata lebih indah dari pada yang ia bayangkan, sepanjang jalan ia melihat lampu-lampu yang bersinar dari bangunan-bangunan disekitar sungai dan memantulkan sinarnya diatas sungai Seine yang sedikit membeku karena salju, pemandangan yang sangat indah, ia sangat menyesali kesibukannya selama berada di Paris, karena kesibukannya itu ia hampir tidak pernah memiliki waktu untuk mengelilingi Paris

Hyun Joon mengeluarkan handphonenya dan memilih menu Kamera lalu memotret dirinya sendiri yang sedang berada di depan hamparan air sungai Seine, setelah melihat hasil potretannya sendiri, ia mengunggah foto dirinya itu di akun SNSnya, dan belum sekian menit ia mengunggah foto miliknya, teman-teman SNSnya sudah memberi komentar pada foto tersebut, hingga membuat Hyun Joon tersenyum melihat komentar-komentar teman-temannya yang berada di Korea, “Wah, indah sekali, apakah di belakangmu itu sungai Seine? lain kali ajak aku kesana Hyun Joon-a” , “Wooa sungai Seine, beruntung sekali kau berada di Paris disaat hari valentine, aku juga ingin mengajak pacarku ke sana dan menghabiskan malam bersama dengan minum kopi” dan komentar-komentar lainnya yang menunjukkan betapa beruntungnya Hyun Joon saat ini

Hyun Joon tak ingin membalas komentar-komentar itu sekarang, mungkin nanti jika ia sudah berada di rumah dan bersantai, ia akan pamer kepada teman-temannya betapa indahnya Paris dan sungai Seine-nya di malam hari, ia tersenyum menyeringai lalu mematikan layar ponselnya dan meletakkannya kembali kedalam tas. Hyun Joon mengangkat kedua telapak tangannya keatas untuk menangkap salju yang saat ini mulai turun dengan lebat, ia melihat butiran salju mulai memenuhi telapak tangannya yang mengakibatkan rasa dingin pada telapak tangannya itu, lalu kemudian sekelebat ingatannya yang hilang mengganggu pikirannya lagi, ingatan yang ia tidak tahu kapan terjadinya dan bersama siapa ia melakukannya, ingatan itu selalu muncul saat Hyun Joon memainkan salju ditelapak tangannya seperti sekarang ini, dalam ingatan itu seseorang mengucapkan “Selamat Hari Valentine” dan Hyun Joon tersenyum gembira pada orang itu, lalu Hyun Joon memainkan salju di tangannya saat orang itu berkata bahwa Hyun Joon mirip dengan salju yang turun di hari valentine, tidak menyakiti kulit karena hanya turun sedikit tetapi terasa lembut dan membuat nyaman, hal itulah yang selalu membuatnya suka memainkan salju di tangannya, walaupun ia tahu tangannya akan membeku jika melakukan hal itu terus-menerus

Sepanjang hidupnya sekarang Hyun Joon mencoba mengingat satu memori indah itu, kapan terjadinya, dengan siapa ia bicara, dan apakah yang mereka lakukan saat itu, tetapi walaupun ia bersusah payah mengingat hal itu, ia tetap tidak akan bisa mengingatnya, karena sebagian memori masa lalunya sudah terhapus di otaknya

Semenit kemudian tasnya bergetar menandakan ada panggilan masuk ke nomornya, tapi Hyun Joon tak kunjung menjawab panggilan itu, karena gadis itu masih sibuk berjalan dengan pikirannya yang entah kemana, hingga dering yang ke tujuh kali, Hyun Joon baru mengangkatnya dengan terburu-buru “Ah, hallo, Luhan-a, ada apa? Maaf aku tak mendengar teleponku berdering”

“Kau dimana? Aku bosan sekali, Hyun Joon-a, bisakah kau temani aku minum Kopi malam ini?” Tanya suara yang menelepon Hyun Joon

“Boleh, kebetulan sekali aku sedang berada diluar” Hyun Joon menyambut ajakan Luhan dengan antusias

“Diluar? Dimana? Aku akan kesana”

Hyun Joon melihat sekeliling, mencari tahu keberadaannya sekarang, agar Luhan bisa dengan cepat menemukan dirinya, karena sibuk dengan pikirannya tadi, ia jadi tidak tahu berada disekitar mana sekarang, “Eumm.. aku tidak tahu daerah mana ini, yang jelas aku berada di sekitar sungai Seine, di depan café de la Paix”

“Oke aku akan sampai disana dalam waktu lima menit, GPSku masih berfungsi dengan baik daripada otakmu sepertinya, karena ia menunjukkan lokasi itu begitu cepat dan akurat” Terdengar tawa Luhan diseberang sana setelah mengejek Hyun Joon

“Ya! Kau mengejekku?” Teriak Hyun Joon yang membuat Luhan memekik karena telinganya sakit mendengar suara teriakan Hyun Joon

Laki-laki bertubuh ramping dan memiliki tinggi sekitar seratus tujuh puluh lima senti itu melambai kearah Hyun Joon yang saat ini duduk di pinggir kaca café, “Ya! Kau lama sekali, tadi kau bilang lima menit akan sampai, ternyata GPSmu yang lebih pintar daripada aku itu, tidak dapat diandalkan sama sekali, bagaimana jika ia aku tidak ada? Apakah kau dapat minum kopi di tempat ini?” Hyun Joon mengomeli Luhan saat ia sampai di café tempat mereka sepakat bertemu

“Maaf, maaf, iya aku mengakui sekarang jika GPSku tidak lebih bisa diandalkan daripada dirimu” Luhan berkata dengan nada menyesal yang dibuat-buat

Hyun Joon hanya tersenyum melihatnya, lalu menyodorkan buku menu pada Luhan, “Kau yang traktir” Ujar Hyun Joon disertai senyum kemenangan

Sedangkan Luhan hanya menatap Hyun Joon datar, “Kau selalu tahu saat yang tepat untuk memoroti-ku”

“Tentu saja, lagipula kau yang mengajak minum kopi kan?” Hyun Joon tertawa lagi

“Baiklah” Luhan mengalah pada Hyun Joon kali ini, gadis itu selalu tahu saat yang tepat untuk membuatnya menyerah dan mengaku kalah

Luhan memesan Cappuccino Latte dan waffle sedangkan Hyun Joon lebih memilih untuk memesan semangkuk besar Ice Cream strawberry

“Sepertinya moodmu sedang dalam level tinggi malam ini” Komentar Luhan saat melihat Hyun Joon menikmati Ice creamnya dengan lahap hingga pipinya memerah karena dinginnya Ice cream yang memenuhi mulutnya

Hyun Joon tak menghiraukan komentar Luhan dan hanya menambah suapan demi suapan Ice cream kedalam mulutnya

“Jika cara makanmu seperti ini, kau bisa gendut besok, kudengar Ice cream sangat cepat pengaruhnya dalam menaikkan berat badan, aku berani bertaruh setelah menghabiskan Ice cream ini berat badanmu akan bertambah lima kilo”

Hyun Joon menghentikan aktivitas makannya sejenak, lalu menatap Luhan yang mengomentarinya habis-habisan “Kalau begitu kau harus menemaniku pulang jalan kaki malam ini agar aku bisa membakar kalori setelah makan Ice cream” Balas Hyun Joon dengan santai

Skak mat. Alih-alih menakut-nakuti Hyun Joon, Luhan malah terjebak dengan jebakannya sendiri, Luhan tau ia tak akan bisa lari atau menolak permintaan Hyun Joon, jika itu sampai dilakukannya, ia akan mendapatkan ekspresi mematikan Hyun Joon sepanjang hari, dan ia akan merasa dikucilkan dengan ekspresi seperti itu, Hyun Joon benar-benar tahu titik lemahnya

Sedikit cerita bagaimana Luhan yang berasal China dan Hyun Joon yang berasal dari Korea bisa bertemu, mereka bekerja di perusahaan yang sama di Korea, Hyun Joon dan Luhan adalah seorang arsitek yang menangani proyek yang sama di Paris, dan Luhan adalah keturunan China yang tinggal di Korea dan bisa berbahasa Korea, Hyun Joon dan Luhan sudah berteman sejak mereka duduk di bangku kuliah, dan menurutnya, Luhan adalah teman terbaik yang pernah ia miliki saat ia berada di Universitas, Luhan selalu menolongnya jika ia terlibat masalah dengan teman-teman sekelasnya yang rata-rata laki-laki, dan Luhan yang selalu mengajarinya untuk mengembangkan bakat menggambarnya hingga ia bisa menjadi seorang arsitek seperti saat ini, dan ia tak menyangka jika Luhan akan selalu ada di kehidupannya, takdir selalu mempertemukan mereka di tempat kerja yang sama lagi dan menyelesaikan proyek bersama-sama, sepertinya takdir lebih suka jika mereka selalu bersama

“YA! Kau bisa melakukannya atau tidak, sih?” Protes Hyun Joon saat Luhan mencoba meniup permen karet dan gagal lalu melakukannya lagi dan meminta Hyun Joon terus-terusan mengajarinya

Mereka berdua sekarang sedang duduk-duduk di taman sambil bercanda dan meniup permen karet, tentu saja setelah mereka melewati rintangan berjalan kaki menuju ke taman yang jaraknya lima kilometer dari café yang mereka kunjungi tadi, sesuai dengan permintaan Hyun Joon tadi. Dan Luhan harus bersusah payah menahan hawa dingin yang menyerang sepanjang perjalanan mereka kesini karena ia tak memakai jaket tebal, lain halnya dengan Hyun Joon yang mengenakan jaket tebal dan berbulu di sekitar lehernya, Luhan hanya memakai jas kantor yang ia kenakan sejak sepulang dari bekerja tadi, tetapi ia sedikit terselamatkan oleh syal berbahan wol milik Hyun Joon yang diberikan padanya saat mereka berjalan tadi, dan juga sarung tangan tebal milik Hyun Joon yang tidak dipakainya berhasil Luhan kantongi untuk mengahangatkan tangannya yang malang

Luhan hanya tertawa, kali ini ia berhasil mengerjai temannya yang menyebalkan itu

“Kau menertawaiku lagi, Xi Luhan” Ujar Hyun Joon sambil memperlihatkan ekspresi kesalnya

“Tidak” Luhan pura-pura terdiam dan berhenti tertawa

“Lalu tadi apa?” Tanya Hyun Joon sambil cemberut

“Aku hanya ingin tertawa” Jawab Luhan datar, masi berpura-pura tidak ada yang lucu dan pantas untuk di tertawai

Hyun Joon cemberut, “Kau berbohong”

Melihat Hyun Joon yang cemberut, membuat Luhan ingin sekali menggelitikinya agar gadis itu tertawa, tapi sepertinya saat ini bukan saat yang tepat untuk melakukan hal itu.

“Hey, Lee Hyun Joon, jika kau cemberut seperti itu, kau makin terlihat jelek, jadi tersenyumlah karena aku tidak tahan melihat wajah jelekmu itu” Luhan berteriak keras-keras hingga seluruh pengunjung taman melihat kearah mereka berdua

“Ya! Kau mau mati?” Hyun Joon lalu memukul lengan Luhan dan tersenyum malu saat semua pengunjung taman melihat ke arah mereka

“Nah, kau akhirnya bisa tersenyum” Luhan lalu menunjuk ke arah wajah Hyun Joon, “Lihat! Wajahmu memerah” Seru Luhan

“Kau mempermalukanku, Lihat! sekarang kita yang jadi pusat perhatian”

Luhan tak memperdulikannya, “Kenapa harus malu menjadi pusat perhatian, sesekali kita bisa merasakan menjadi perhatian publik. Lagipula mereka tidak mengerti bahasa Korea”

“Dasar….” Kata-kata Hyun Joon menggantung saat kemudian langit kota Paris menjadi sangat ramai oleh kembang api, dan mereka berdua sama-sama memandang langit dengan perasaan takjub

“Wooa.. indah sekali” Komentar Luhan ditengah-tengah pertunjukkan kembang api tersebut

Saat ini di kota Paris sudah menunjukkan pukul dua belas malam, dan tepat berakhirnya hari valentine ini, kembang api akan memenuhi seluruh langit kota Paris dan semua orang akan berbahagia menyaksikannya, seperti halnya Luhan dan Hyun Joon

“Ya! Hyun Joon-a” Panggil Luhan saat pertunjukkan kembang api berhenti

Luhan telah mengeluarkan sebuah spidol yang selalu dibawanya untuk menggambar sketsa dari balik saku jasnya

Hyun Joon yang langsung menoleh saat dipanggil mendapatkan coretan spidol Luhan dihidungnya, seperti hidung boneka yang hitam dan bulat

Hyun Joon berteriak saat Luhan selesai melakukan aksi jailnya, lalu Luhan berlari-lari menghindari Hyun Joon yang saat ini ingin mencubitnya keras-keras

**************

Hyun Joon tertidur pulas di mobil Luhan setelah lelah berlarian bermain kejar-kejaran bersama Luhan, saat ini mereka berdua dalam perjalanan ke apartemen Hyun Joon, Luhan mengambil mobil setelah mereka berdua selesai bermain di taman, mobil Luhan terasa sepi karena Hyun Joon sudah tidur, tadinya sepanjang perjalanan Hyun Joon mengomel tentang betapa menyebalkannya orang Paris yang menggodainya sepanjang jalan ketika ia melihat-lihat sungai Seine, sampai tentang betapa melelahkannya pekerjaannya dikantor sehari-hari, dan Luhan hanya mendengarkannya dengan tenang, tetapi kemudian ocehan itu digantikan oleh suara Hyun Joon yang menguap berkali-kali dan akhirnya tertidur pulas

Luhan memandangi wajah Hyun Joon yang sedang tertidur, gadis ini cantik saat tidur dan akan berubah menjadi sangat menyebalkan jika ia bangun, benar-benar memiliki kepribadian yang sangat aneh, tetapi Luhan selalu menyukai berada di sisi gadis ini, sejak mereka berkenalan hingga detik ini, wanita yang paling dekat dengannya selain ibunya adalah gadis ini, dahulu saat mereka masih kuliah, banyak yang mengira jika mereka berpacaran tetapi nyatanya mereka hanya sebatas teman, hingga saat ini, tapi entah kenapa perasaan Luhan terhadap Hyun Joon akhir-akhir ini makin aneh, mungkin karena pengaruh pekerjaan yang selalu membawa mereka berdua dalam proyek yang sama. Luhan hanya mencoba untuk berpikir secara rasional

Tiba-tiba pikiran Luhan tentang dirinya dan Hyun Joon dibuyarkan oleh suara getar Handphone Luhan yang berada di dashboard mobil, tak ingin membangunkan Hyun Joon, ia pun cepat-cepat menjawab teleponnya agar benda itu berhenti bergetar

“Halo, siapa ini?” Sapa Luhan saat ia selesai memasang earphonenya

“Hei, ini aku, Kris” Suara laki-laki yang sangat familier itu, membuat Luhan memekik keras, sebelum kemudian tersadar bahwa ia perlu meredam hiperbolanya itu karena disampingnya ada Hyun Joon yang sedang tertidur

“Ya! Apa kabarmu? Kau sama sekali tidak pernah menghubungiku? Kemana saja kau?” Protes Luhan pada lawan bicaranya

“Maafkan aku, teman, aku terlalu sibuk mengurusi kepindahanku ke China”

“Kau kembali ke China? Sejak kapan?” Tanya Luhan sembari mencoba membuat suaranya sekecil mungkin agar tak terdengar ribut

Karena mustahil sekali, jika teman lama menghubungimu tiba-tiba dan kau tidak membuat suara ribut apapun saat berbicara dengannya walaupun kau sudah mencoba untuk tidak gaduh

“Sejak setahun yang lalu, dan aku memulai segalanya dari awal”

Luhan mendengarkan curhatan temannya itu dengan serius dan baru sadar jika ia sudah dekat dengan apartemen Hyun Joon

“Kris, maaf sekali, tetapi aku sedang mengantarkan temanku pulang dan ia sedang tertidur, jadi bisakah kita lanjutkan nanti saja? Aku akan menghubungimu sepulang dari sini”

“Oh, maaf mungkin aku meneleponmu disaat yang tidak tepat, baiklah”

Luhan membelokkan mobilnya kearah gedung apartemen Hyun Joon, “Kau tidak apa-apa?” Tanya Luhan pada suara yang meneleponnya itu

“Tentu saja, aku paham perasaanmu teman, antarkan pacarmu terlebih dahulu, jika besok kau masih ingin mendapat perhatiannya, kau tentu tak ingin melihat betapa seramnya jika ‘wanitamu’ sedang marah, kan?” Kemudian terdengar tawa renyah khas laki-laki diseberang sana

Luhan pun ikut tertawa, “Tentu saja tidak” Lalu mereka sepakat untuk mengakhiri sambungan telepon itu dengan janji Luhan akan menghubunginya lagi setelah pulang dari apartemen Hyun Joon

“Hei, Hyun Joon-a, kita sudah sampai” Luhan membangunkan Hyun Joon dengan mengguncang bahu gadis itu secara perlahan. Mereka telah sampai di depan gedung apartemen Hyun Joon

Hyun Joon membuka matanya perlahan, lalu melihat sekeliling, kemudian menguap lebar “Ini dimana?” Tanya Hyun Joon yang dijawab tawa oleh Luhan

“Di depan apartemenmu” Jawab Luhan

“Apartemen?” Gadis itu memiringkan kepalanaya sedikit, “Astaga, aku lupa jika aku sedang berada di Paris”

Luhan tertawa, “Kau pasti bermimpi sedang memakan masakan ibumu lagi”

Hyun Joon tersenyum malu, “Bagaimana kau bisa tahu?”

“Hanya menebak” Jawab Luhan sambil melepaskan sabuk pengaman yang dipakai Hyun Joon

Hyun Joon terdiam saat Luhan melepaskan sabuk pengaman yang mengikat tubuhnya, rasanya seperti ada sesuatu yang mengalir di dalam tubuhnya saat ini, tapi ia tidak tahu perasaan seperti apa ini, jadi Hyun Joon lebih memilih untuk mengabaikannya

“Sudah selesai, kau boleh bernapas sekarang” Kata Luhan sambil tertawa saat ia selesai melepas sabuk pengaman yang mengikat tubuh Hyun Joon

Hyun Joon terheran mendengar perkataan Luhan, “Apa?”

“Kau tadi sama sekali tidak bernapas saat aku melepaskan ini darimu” Luhan memegang sabuk pengaman yang baru saja dilepaskannya dari Hyun Joon

Hyun Joon masih diam, tidak tahu mengapa ia tidak bisa berkata apa-apa saat ini, yang jelas ia sangat gugup tadi ketika Luhan berada sangat dekat dengannya

“Sudahlah lupakan” Luhan mencoba mengalihkan pembicaraan agar tidak membuat suasana menjadi canggung, lalu membuka kunci otomatis mobilnya

Hyun Joon mengangguk, kemudian membuka pintu mobil dan turun. Tidak enak merasakan atmosfir diantara mereka berdua, Luhan mencoba untuk membuatnya membaik lagi dengan mengantarkan Hyun Joon masuk ke gedung apartemen

Tetapi sepertinya bukan malah memperbaiki atmosfir canggung mereka, Luhan malah semakin menambah kecanggungan diantara mereka, setelah sekian lama bersama-sama, perasaan yang aneh ini akhirnya muncul, dan kali ini Luhan sepertinya tidak dapat membendungnya dengan baik

Saat saat gawat seperti ini mereka harus berdiri berdampingan menunggu lift, Luhan harus menahan keinginannya untuk memegang tangan Hyun Joon, dan beruntungnya bunyi dentingan tanda lift telah selesai dipakai itu menyelamatkannya

“Lee Hyun Joon” Panggil Luhan saat Hyun Joon hendak menaiki lift

Hyun Joon menoleh ke arah Luhan sebelum lift menutup dan membawanya naik, “Selamat malam, tidur yang nyenyak” Kata Luhan padanya lalu berbalik ketika lift yang dinaiki Hyun Joon sudah menutup

Hyun Joon tersenyum manis dibalik lift yang membawanya naik ke apartemennya

“Selamat malam juga, Xi Luhan” Ujarnya dalam hati

Dan Luhan mengutuk dirinya sendiri saat kembali ke mobilnya, apa yang baru saja ia katakan? “Selamat malam, tidur yang nyenyak?” Apa yang ada dipikirannya hingga ia bisa mengeluarkan kata-kata seperti itu

“Bodoh.bodoh.bodoh” Ujar Luhan sambil memukuli kepalanya sendiri berkali-kali

*******

“Ya! Aku tidak tahu perasaan apa ini, yang jelas aku sangat gugup jika aku berada terlalu dekat dengannya”

Luhan saat ini sedang melakukan panggilan video dengan temannya yang tadi meneleponnya ketika ia dalam perjalanan mengantarkan Hyun Joon pulang. Sesampainya dari apartemen Hyun Joon, Luhan lalu membuka laptopnya dan menghubungi Kris dengan panggilan video, ia tak sabar untuk berbicara banyak dengan Kris, dan sekarang sampailah ia dan Kris pada pembicaraan yang entah kemana arahnya

Temannya yang bernama Kris itu hanya tertawa diseberang sana mendengar pernyataan Luhan yang begitu konyol, “Kau bodoh atau apa? Itu tandanya kau menyukainya”

Luhan ikut tertawa, “Sangat tidak mungkin aku merasakan hal ini pada Hyun Joon, kau tahu, dia bukan tipe wanita yang ku inginkan, bahkan sama sekali tidak ada dalam kamusku untuk menyukainya”

“Terserah kau saja, yang jelas jika semakin kau hindari, perasaan itu akan semakin menyiksamu” Kris tertawa lagi dan kali ini lebih keras dari sebelumnya

“Hey, sejak kapan kau mulai paham dengan yang namanya perasaan? Kau sudah banyak belajar rupanya” Ledek Luhan pada temannya yang dibalas ledekan kembali oleh Kris

“Tentu saja, karena laki-laki harus berani mengatakan yang sebenarnya pada perempuan yang mereka sukai” Kris tersenyum lebar

Luhan memutar matanya, “Tolonglah Kris, aku tak menyukainya”

“Lalu bagaimana jika ia menyukaimu?”

Luhan terdiam. Pertanyaan Kris yang satu ini entah begitu menusuk dan membuatnya terdiam seketika, Luhan tak tahu harus menjawab apa. Tak terpikirkan sama sekali olehnya jika gadis itu;Hyun Joon menyukainya, dan jika itu terjadi ia juga tidak tahu harus seperti apa, tapi sepertinya Hyun Joon tak akan menyukainya, ia tahu gadis seperti apa, Hyun Joon itu

“Hei, kau tidak apa-apa?” Tanya Kris saat Luhan tak menjawab pertanyaannya dan malah sibuk dengan pemikirannya sendiri

“Tidak” Jawab Luhan singkat. kali ini ekspresi Luhan berubah menjadi tidak menyenangkan

Kris lalu memilih untuk mengganti topic pembicaraannya dengan Luhan agar temannya itu tidak terbawa perasaan, karena Luhan saja masih bingung dengan perasaannya sendiri

“Ayolah jangan terbawa perasaan seperti itu, aku hanya bercanda, maafkan aku, oke kita ganti topic saja, ngomong-ngomong sekarang kau sedang berada dimana?” Tanya Kris untuk mendapatkan semangat Luhan kembali

“Aku berada di Paris untuk mengerjakan proyek bersama dengan…” Lagi-lagi Luhan mengingat Hyun Joon saat menyebut kata proyek perusahaan dan hal itu membuatnya menggantungkan kalimat terakhinrnya

“Bersama siapa?” Tanya Kris heran

“Bersama dengan teman-temanku yang berasal dari Korea, tentu saja” Sambung Luhan sambil tersenyum paksa untuk menghindari kecurigaan Kris dan agar laki-laki itu tak membahas apapun soal Hyun Joon lagi, sudah cukup hal itu membuat Luhan kehilangan mood karena akan membuat hatinya merasa tidak nyaman

“Bagaimana denganmu, apakah karirmu sudah melambung tinggi di China?” Luhan berbalik menanyai Kris

“Tentu saja,aku sudah mendapatkan agensi yang cocok disini, dan mungkin minggu depan aku juga akan menyusulmu ke Paris untuk shooting film terbaru-ku”

“Benarkah? Wow hebat sekali, apa genrenya? Action? Romance? atau Family? atau Dewasa?” Tanya Luhan antusias, dan sepertinya Kris telah berhasil mengembalikan antusiasme Luhan

“Aku belum siap berperan di film dewasa, tentu saja Romance, pengambilan gambarnya saja di Paris;kota Romantis di dunia” Jawab Kris

“Iya, iya aku mengerti. Lalu, apakah seluruh pengambilan gambar akan dilakukan disini?”

“Sepertinya, iya.” Kris saat ini terlihat sedang menopang dagu

Dan Luhan pun mengikuti gerak-gerik Kris disana, menopang dagu “Kalau begitu kita pasti bisa sering bertemu”

“Tidak semudah itu, tuan, kau tahu Paris sangat luas, jadi mungkin kita bisa bertemu jika sesekali, dan aku mungkin akan terlalu sibuk untuk hal itu”

“Cih, sombong sekali” Cibir Luhan “Sudah, ya, disini fajar sudah akan terbit, dan aku belum tidur sama sekali, kabari aku jika kau sudah sampai di Paris” Luhan menyudahi percakapan mereka karena sebentar lagi fajar akan terbit dan jam Sembilan nanti ia harus pergi ke kantor

“Oke, aku akan memberitahumu, dan jangan lupa siapkan alat tulismu untuk meminta tanda tanganku saat aku sampai di bandara, aku akan memberikannya secara eksklusif” Kris tertawa, sedangkan Luhan hanya memutar mata dan sedetik kemudian sambungan diantara mereka berdua diputus oleh Luhan

***********************

Lima hari setelah insiden di depan lift apartemen Hyun Joon sudah berlalu, selama itu Hyun Joon sangat jarang melihat Luhan berkeliaran di tempatnya, biasanya saat jam-jam istirahat atau saat tidak ada pekerjaan, Luhan akan datang keruangannya untuk mengusilinya

Tetapi lima hari ini, Luhan tidak terlihat batang hidungnya sama sekali, “Mungkin ia sibuk” Pikir Hyun Joon lalu melanjutkan pekerjaannya

“Hei, Hyun Joon” Panggil salah satu teman kantornya yang bernama Chloe saat Hyun Joon sedang serius mengerjakan laporannya

Hyun Joon sontak menoleh kearah Chloe, “Iya Chloe? Ada apa?”

“Apa kau ikut makan malam bersama? Mr. Malverix tadi mengundang semua karyawan di kantor ini untuk merayakan ulang tahun putranya”

Hyun Joon mengernyitkan dahi, berpikir apakah ia harus ikut atau tidak

“Haruskah aku ikut? Kau tahu kan, aku tidak terlalu pandai bahasa perancis jadi aku takut akan susah berkomunikasi dengan teman-teman” Tanya Hyun Joon yang dibalas anggukan oleh Chloe

“Tentu saja, Mr. Malverix mengundang semuanya, Hyun Joon kau juga harus datang. Lagipula jika kau tidak mengerti apa yang kami bicarakan, kau bisa bertanya padaku”

Chloe adalah teman pertama Hyun Joon saat ia berada di Paris, selain Luhan, tentu saja dan gadis perancis itu seumuran juga dengannya dan Luhan jadi mereka bertiga cukup akrab, Chloe sangat fasih berbahasa inggris, berbeda dengan kebanyakan masyarakat perancis yang rata-rata enggan menggunakan bahasa inggris, jadi jika ia tidak mengerti apa yang dikatakan oleh orang-orang dalam bahasa perancis, ia selalu bertanya pada Chloe

Hyun Joon masih berpikir, lagipula ia juga tidak tahu harus pergi dengan siapa. Mengingat Luhan yang akhir-akhir ini sering sibuk sendiri dan Hyun Joon tak ingin mengganggunya

“Ikut saja, oke?” Chloe memaksa, saat ia melihat Hyun Joon masih berpikir

“Ku usahakan untuk datang” Hyun Joon tersenyum pada Chloe

“Baiklah” Chloe menyerah untuk membujuk Hyun Joon lagi, “Ajak Luhan juga, ya, aku ingin mengerjainya” Kekeh Chloe

Hyun Joon memutar mata, “Awas nanti jika kau suka padanya” Ledek Hyun Joon pada gadis perancis itu

“Tidak, tidak. Dia milikmu, aku tahu itu”

Chloe tertawa melihat ekspresi heran Hyun Joon, “Kami tidak ada hubungan apa-apa Chlo” Sergah Hyun Joon cepat

“Benarkah? Aku berharap kau tidak sedang berbohong”

“Tentu saja, kami hanya teman” Hyun Joon memperjelas status mereka, “Te-man” Ejanya kemudian

Chloe tersenyum penuh arti “Jadi aku bisa memilikinya” Lalu seketika mata biru miliknya berubah menjadi lebih terang

“Sangat boleh” Ujar Hyun Joon tegas lalu mereka tertawa bersama setelah Chloe mendeklarasikan bahwa ia ingin mendekati Luhan

******

Suasana makan malam di rumah Mr. Malverix ternyata tak semenyeramkan yang Hyun Joon bayangkan, ia ternyata bisa tertawa bersama-sama dengan semua tamu yang hadir malam itu, dan tentunya mereka adalah teman-teman satu perusahaannya sendiri, Hyun Joon sedari tadi sibuk berbincang dengan nyonya Ines, istri dari Mr. Malverix, dan sesekali bermain-main dengan Malverix kecil, sedangkan temannya yang lain sibuk bercanda di ruang keluarga

Hyun Joon sejak tadi tidak melihat keberadaan Chloe dan Luhan, sepertinya Chloe sekarang sedang bersama dengan Luhan, Hyun Joon tertawa dalam hati jika mengingat bagaimana Chloe selalu berusaha mendekati Luhan, gadis itu cukup pemberani dan blak-blakan

Setelah perbincangan mereka di kantor tadi, Chloe selalu membuntuti Luhan kemanapun ia pergi, dan Hyun Joon juga mendapatkan traktiran makan di restaurant kesukaannya karena ia berhasil membujuk Luhan yang awalnya tidak ingin datang ke pesta malam ini karena alasan yang mungkin bagi Hyun Joon terlalu dibuat-buat yaitu sakit perut

Dan Luhan juga tak mengajaknya berangkat bersama, tidak seperti biasanya mereka jika akan kemana-mana di acara yang sama Luhan akan selalu menawarinya untuk berangkat bersama

“Hyun Joon, ada telepon” Tiba-tiba nyonya Ines menemuinya dengan terburu-buru dan membawa handphone milik Luhan ditangannya

“Aku tidak tahu Luhan sekarang berada dimana, handphone nya terus berbunyi dari tadi, dan mungkin ia lupa jika ia meninggalkan handphonenya di dekat kamar mandi, aku tidak mengerti bahasa orang asia jadi aku menyerahkan ini padamu” Nyonya Ines mencoba menjelaskan pada Hyun Joon yang heran bagaimana handphone Luhan bisa berada ditangannya

“Terimakasih nyonya, anak itu memang pelupa” Hyun Joon kemudian mengangkat panggilan di Handphone Luhan yang masih berdering

“Yeoboseyo?” Sapa Hyun Joon saat menjawab panggilan di handphone milik Luhan

“Dimana Luhan?” Tanya suara diseberang sana dengan menggunakan bahasa china, suara itu nampaknya adalah suara laki-laki

Hyun Joon bisa menyimpulkan jika lelaki yang saat ini menjadi lawan bicaranya sedang berbicara menggunakan bahasa china, tetapi ia tidak bisa mengartikannya

“Maaf, Luhan meninggalkan ponselnya padaku, aku teman Luhan, ada yang bisa kusampaikan padanya? Dan aku tidak bisa berbicara bahasa china” Tanya Hyun Joon menggunakan bahasa inggris sekarang karena ia tidak mengerti perkataan laki-laki itu sebelumnya

“Apakah sekarang Luhan sedang bersamamu?” Tanya laki-laki itu dengan menggunakan bahasa korea

Hyun Joon mengernyitkan dahi, “Sebenarnya orang ini berasal darimana sih?” Batinnya, saat dengan fasihnya laki-laki itu mengucapkan dua bahasa yang berbeda

“Maafkan aku, Aku sedang tidak bersama Luhan sekarang, dan aku juga tidak tahu sekarang Luhan berada dimana, jadi kau bisa meninggalkan pesan padaku, lalu aku akan menyampaikannya pada Luhan jika aku bertemu dengannya” Jawab Hyun Joon dengan berbahasa korea sekarang

“Oh. jadi apakah aku sedang berbicara dengan nona Hyun Joon?”

Hyun Joon mengernyit lagi, heran bagaimana bisa laki-laki ini tahu tentangnya, sedangkan ia sendiri tidak tahu siapa yang berbicara dengannya saat ini

“Iya, benar, apakah anda mengenal saya, ataukah mungkin kita saling mengenal?” Tanya Hyun Joon heran

Laki-laki itu sedikit tertawa diseberang sana, “Tidak. Aku hanya mengetahuinya karena Luhan sering berbicara tentangmu, maaf sebelumnya jika aku lancang”

“Oh, sama sekali tidak, aku hanya heran saja”

“Ne, maaf nona, oh iya tolong sampaikan kepada Luhan jika temannya yang dari China sudah sampai di Paris, aku hanya ingin ia menjemputku dibandara untuk mengantarku mencari apartemen”

Hyun Joon mengangguk, “Baik, akan kusampaikan padanya”

“Terimakasih, tolong bilang padanya aku menunggu di kafe bandara”

“Ne”

Sambungan telepon terputus dan Hyun Joon segera pergi mencari Luhan mengingat laki-laki yang tadi meneleponnya akan menunggu lama di bandara jika ia tidak segera mencari Luhan

“Ah, dasar! Kemana perginya pria ini?” Tanya Hyun Joon pada dirinya sendiri saat ia tak berhasil juga menemukan keberadaan Luhan meskipun ia sudah meyusuri sekitar rumah Mr. Malverix

Kedua bola matanya kemudian menangkap sosok Luhan, yang sedang dicarinya berjalanseberang pagar rumah Mr. Malverix dengan tertawa lalu kemudian terlihat seorang gadis berambut pirang mengikuti disampingnya,

“Oh Chloe, aku hampir melupakannya”

Hyun Joon baru teringat jika Chloe sedang berusaha menghabiskan waktu bersama Luhan, dan ia akan menghancurkan rencana Chloe untuk mendekati Luhan jika saat ini Hyun Joon menghampiri mereka dan mengatakan bahwa seseorang sedang menunggu Luhan di bandara sekarang. Hyun Joon menggigit bibir bawahnya, mencoba mencari cara agar mereka berdua tidak berpisah untuk saat ini, tiba-tiba terlintas pikiran konyol jika ia saja yang menggantikan Luhan menjemput temannya itu, tetapi ia tidak tahu siapa dia dan bagaimana wajahnya, bagaimana jika ia salah orang. Hyun Joon memutar otak, “Ah, foto! Iya, waktu tadi laki-laki itu menelepon Luhan, ada foto yang muncul. Pasti itu fotonya” Ia menjentikkan kedua jarinya lalu pergi mengambil mobil

“Hyun Joon, kau cerdas sekali” Pujinya pada dirinya sendiri

“Oke, anggap saja aku kurir hari ini, tidak perlu malu, Hyun Joon-a. Ini demi temanmu” Ujarnya pada dirinya sendiri saat dalam perjalanan menuju ke bandara

 

Lanjut ke Part selanjutnya yah, sekali lagi tolong beri komentar kalian tentang fanfic ini^^

3 pemikiran pada “[FREELANCE] One Lose Day (Part 1)

  1. Astaga ahahah si han suka ama hyunjoon tp kira” si hyun akhirnya bakalan ama siapa yeh ama suamiku si yifan atau si luhan selingkuhan gue? Hahaha
    #very nice

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s